Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak, Harus Apa dan Bagaimana?

Mengenal Stimulasi Tumbuh Kembang Anak, Harus Apa dan Bagaimana?

Mengenali tumbuh kembang anak menjadi kegiatan penting bagi Anda yang berstatus orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan stimulasi tumbuh kembang anak yang tepat sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Adanya stimulasi ini akan mendukung proses tumbuh anak menjadi lebih baik.

Apa Itu Tumbuh Kembang Anak?

Tumbuh diartikan sebagai proses bertambahnya ukuran, panjang, berat, dan volume tubuh yang diakibatkan adanya aktivitas sel. Sementara itu, perkembangan ialah proses di mana terjadinya suatu proses menuju kedewasaan dengan ditandainya adanya peningkatan kemampuan secara bertahap. Dengan demikian, tumbuh dan kembang anak merupakan keadaan dimana terjadi pertambahan ukuran dan badan pada anak yang disertai dengan adanya peningkatan kemampuan dalam berbagai hal sesuai tahapannya.

Apa yang Dimaksud Stimulasi Tumbuh dan Kembang Anak?

Tumbuh kembang anak perlu mendapatkan rangsangan yang sesuai dan terarah, khususnya pada usia awal diantara 0-5 tahun. Hal ini bertujuan agar kemampuan kognitif anak dapat semakin berkembang dalam berbagai aspek panca indera pada tiap tahapan tumbuh dan kembang anak. Di antara aspek tersebut yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, berbicara, maupun perabaan. Kegiatan yang demikian disebut dengan stimulasi tumbuh kembang anak.

Cara untuk Memberikan Stimulasi pada Tumbuh Kembang Anak

1. Usia Anak 0-1 Tahun

Pada usia ini, panca indera anak belum terlalu berkembang. Anda dapat melakukan stimulasi sederhana dimulai dengan memberikan sentuhan seperti memeluk, mengajak berbicara sambil melakukan kontak mata, hingga mendengarkan musik klasik. Saat usianya makin bertambah, Anda bisa mengajarinya untuk tengkurap, duduk,  merangkak, menggenggam benda, hingga bertepuk tangan.

2. Usia Anak 1-2 Tahun

Saat usia ini, anak semakin aktif untuk melakukan berbagai kegiatan yang lebih beragam. Ajari anak untuk corat-coret menggunakan alat warna, menyusun permainan puzzle, bermain, hingga meletakkan benda warna-warni dalam wadah alat mainnya.

Anda juga harus mengajari anak untuk mulai terbiasa melakukan kegiatan-kegiatan sederhana sehari-hari, misalnya saja membuang sampah di tempatnya, memakai pakaian, minum dan makan sendiri. Hal ini bertujuan untuk melatih anak menjadi lebih mandiri sejak dini.

3. Usia anak 2-3 Tahun

Saat usianya memasuki tahap ini, Anda diharapkan mampu mengajari anak agar berkembang dalam kecakapan verbal (berbicara) dan kemampuan otak. Latihlah anak untuk dapat memberikan respon dalam berkomunikasi. Anda juga dapat mendukung tumbuh kembangnya dengan mengenalkan jenis warna, angka, huruf, nama hewan, dan anggota keluarga. Tak lupa, biasakan juga anak untuk melakukan kegiatan mandiri seperti merapikan tempat tidur, menggosok gigi, dan berkenalan dengan orang lain.

4. Usia anak 3-5 Tahun.

Pada tahapan ini, anak sudah cukup mengalami tumbuh dan kembang lebih cepat. Tetap berikan stimulasi tumbuh kembang anak agar ia mampu berbicara dengan baik dan melakukan eksplorasi terhadap hal-hal baru. Apabila anak masih belum terlalu mampu untuk berbicara dan melakukan sesuatu dengan lancar, ajarilah secara perlahan, bertahap, dan sabar. Tak lupa, pastikan juga anak mengalami pertumbuhan yang normal pada seluruh anggota tubuhnya.

Parenting